Academic Seminar in English Prodi PEP

Program studi Penelitian dan Evaluasi Pendidika (PEP) memiliki program mingguan yang diselenggarakan setiap hari Jumat. Program tersebut adalah Academic Seminar in English. Program ini dirintis dan terus dilaksanakan oleh prodi PEP dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dosen PEP. Bertempat di gedung Pascasarjana UNY, pada hari Jumat tanggal 22 Maret 2019 pukul 07.30-08.30 WIB dilaksanakan Academic English Seminar dengan presenter Prof. Dr. Kun Setyaning Astuti. Presenter pada kegiatan Academic Seminar in English pagi itu adalah dosen Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni di UNY.

Materi yang disampaikan Prof. Dr. Kun Setyaning Astuti terkait dengan pengalamannya dalam menyelenggarakan seminar internasional sekaligus menjadi ketua seminar maupun presenter pada aktivitas serupa. Dalam penyelenggaraan seminar internasional, Prof. Dr. Kun Setayning Astuti menemui beberapa hal menantang. Tantangan pertama ialah perihal perjuangannya untuk memperoleh peserta dalam seminar internasional. Tantangan kedua, ialah ketika Prof. Dr. Kun Setaning Astuti menjadi ketua seminar internasional dan harus dihadapkan dengan prosedur seminar bahwa artikel yang dihasilkan dalam seminar internasional harus diterbitkan oleh penerbit dengan reputasi dan diindeks oleh Scopus.

Pada tantangan terkait penerbitan asrtikel, ketika menjadi ketua seminar internasional, Prof. Dr. Kun Setyaning Astuti berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan penerbit CRC dan MJM. Prof. Dr. Kun Setyaning Astuti beberapa kali berkomunikasi dengan CRC terkait penerbitan artikel. CRC memberikan tanggapan bahwa untuk dapat menembus penerbit terindeks scopus, pada dasarnya presenter harus memenuhi syarat dari 4 negara, para peserta seminar juga harus berankeka ragam kewarganegaraannya (dari luar negeri), serta artikel yang dismeinarkan harus mendapatkan persetujuan dari International Board. Prof. Dr. Kun Styaning Astuti mengikuti prosedur-prosedur yang diberikan oleh CRC. Kunci lulus publikasi CRC ialah bahasa penelitian kuantitatif harus asli. Kunci selanjutnya ialah: (1) penulis bukan dari satu area/negara; (2) reviewer harus dari luar negeri; (3) tidak banyak penulis yang sama yang diterbitkan dalam satu jurnal. (TW)

Indonesian