S2 PEP SPs UNY Gelar Pelatihan dan Pendampingan Asesmen Deep Learning bagi Kepala Sekolah dan Guru di D.I. Yogyakarta

NEWS

.

Program Studi Magister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (S2 PEP) Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Asesmen Deep Learning untuk Kepala Sekolah dan Guru di D.I. Yogyakarta.” Kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi Prodi S2 PEP dalam memperkuat kapasitas pendidik dan pengelola satuan pendidikan dalam mengembangkan asesmen yang mendukung pembelajaran mendalam.
Kegiatan inti dilaksanakan secara luring pada Sabtu, 6 Juni 2026 di Gedung Sadewa Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini menjangkau 50 peserta dari berbagai unsur pendidikan di Kabupaten Kulon 

PkM ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperkuat pemahaman kepala sekolah dan guru mengenai fungsi asesmen dalam proses pembelajaran. Asesmen tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk menghasilkan nilai atau memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang dapat memberikan informasi mengenai perkembangan, kebutuhan, dan capaian belajar peserta didik.
Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, peserta memperoleh penguatan mengenai prinsip assessment for learning, assessment as learning, dan assessment of learning. Ketiga pendekatan tersebut menjadi penting dalam pembelajaran mendalam karena asesmen tidak hanya dilakukan pada akhir pembelajaran, tetapi juga digunakan untuk membantu guru memahami proses belajar peserta didik dan merancang tindak lanjut yang lebih tepat. Materi kegiatan juga mencakup pemanfaatan data Rapor Pendidikan dan Asesmen Nasional sebagai dasar pengambilan keputusan pendidikan. Laporan_Akhir_PkM_Institusional…
Salah satu fokus penting dalam kegiatan ini adalah pengembangan asesmen yang selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam. Peserta didorong untuk merancang asesmen yang tidak hanya mengukur kemampuan mengingat informasi, tetapi juga mampu mengidentifikasi kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis, memecahkan masalah, membangun hubungan antarkonsep, melakukan refleksi, serta menggunakan pengetahuan dalam konteks yang lebih autentik.
Pemanfaatan data juga menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas peserta. Hasil asesmen diharapkan tidak berhenti sebagai angka atau nilai rapor, tetapi dapat dianalisis untuk mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan peserta didik. Data tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam menentukan strategi pembelajaran, program remedial, pengayaan, maupun perbaikan program pembelajaran di tingkat satuan pendidikan.
Program ini juga memperkenalkan penggunaan perangkat sederhana berbasis digital untuk mendukung pengelolaan data asesmen. Pendekatan tersebut diarahkan agar kepala sekolah dan guru dapat mengolah informasi hasil belajar secara lebih sistematis, akurat, dan berkelanjutan. Dalam laporan kegiatan disebutkan bahwa teknologi yang dikembangkan berupa Model Manajemen Asesmen Pendidikan Berbasis Data Digital, yang dirancang agar mudah diadaptasi oleh satuan pendidikan. 

Selain penyampaian materi, kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui diskusi, studi kasus, dialog profesional, serta penyusunan arah tindak lanjut. Peserta diajak untuk menghubungkan konsep asesmen dengan persoalan nyata yang dihadapi di sekolah masing-masing sehingga hasil kegiatan tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi dapat diterapkan dalam praktik pembelajaran.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu menyusun instrumen asesmen yang lebih relevan dengan karakteristik pembelajaran mendalam. Instrumen tidak hanya diarahkan untuk mengukur penguasaan materi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan refleksi peserta didik. Pendampingan lanjutan juga diarahkan pada pengembangan indikator dan rubrik penilaian serta penerapan instrumen asesmen dalam pembelajaran. 

Bagi Prodi S2 PEP SPs UNY, kegiatan ini merupakan implementasi nyata keilmuan penelitian, pengukuran, asesmen, dan evaluasi pendidikan dalam menjawab kebutuhan satuan pendidikan. Penguatan literasi asesmen menjadi penting karena kualitas keputusan pendidikan sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Melalui kegiatan PkM ini, Prodi S2 PEP SPs UNY berharap kepala sekolah dan guru semakin mampu mengembangkan asesmen yang bermakna, objektif, berbasis data, dan selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam, sehingga asesmen benar-benar berfungsi sebagai instrumen untuk memperbaiki kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana UNY dalam mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia pendidikan dan pengembangan praktik asesmen yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.(Um)

Indonesian